Bayar Zakat Penghasilan Online

Bayar Zakat Penghasilan Online
Bayar Zakat Penghasilan Online

Zakat penghasilan atau profesi diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seseorang dengan cara yang sesuai syariat, seperti upah kerja rutin, profesi dokter, pengacara, arsitek, dll. Pada pekerja terdapat dua kondisi dilihat dari penghasilannya yaitu pertama, pekerja yang menghabiskan seluruh gajinya di setiap bulan untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak ada sedikit pun harta yang disimpan. Kondisi semacam ini tidak ada zakat. Kedua, pekerja yang mampu menyisihkan harta simpanan setiap bulannya, kadang harta tersebut bertambah dan kadang berkurang. Kondisi ini wajib dikenai zakat jika telah memenuhi nishob dan mencapai haul.

Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menjadi dua cara, yaitu:

1. Secara langsung, dimana zakat dihitung 2,5 persen dari penghasilan kotor (brutto), baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah.

2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok (netto), zakat dihitung 2,5 persen dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan.

Jadi, jika seorang muslim memperoleh pendapatan dari hasil profesi atau pekerjaanya, maka dia boleh mengeluarkan zakatnya langsung 2,5 persen pada saat penerimaan atau menunggu putaran satu tahun senilai 2,5  persen juga. Namun, jika dikeluarkan menunggu satu tahun dikhawatirkan penghasilannya itu terpakai untuk kebutuhan lain yang tidak terduga sehingga ada baiknya zakat penghasilan dikeluarkan perbulan untuk memudahkan dalam mengeluarkannya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini bayar zakat penghasilan online bisa di lakukan secara online. Hal ini untuk mengefisiensikan waktu para pekerja yang kesulitan dalam membayarkan zakatnya. Web-web lembaga amil zakat begitu memudahkan para muzaki atau para pembayar zakat berselancar untuk mengetahui tata cara membayarkan zakat secara online. Fitur-fitur dalam web dibuat seramah dan semudah mungkin seperti kalkulator zakat, agar para muzaki merasa nyaman dan tenang dalam membayarkan zakatnya. Lembaga-lembaga amil zakat pun terus berupaya untuk menjemput bola dari para muzaki. Diantara lembaga amil zakat yang bisa dilakukan secara online adalah Baznas. Beberapa layanan yang dikeluarkan oleh Baznas adalah zakat via payroll system, via bizzakat, via e-card, via online payment, via perbankan syariah, via konter. Dompet Dhuafa juga menawarkan layanan berupa konfirmasi Ziswaf, rekening Ziswaf, kolsultasi Ziswaf, kalkulator zakat, dan  jemput zakat.

Demikian juga Laz Al Azhar yang memberikan panduan dan contoh pembayaran macam-macam zakat, seperti zakat dari hasil profesi seseorang, baik karyawan, guru, pegawai swasta/negeri, wiraswasta, dan lainnya. Contoh : Bapak Ahmad adalah seorang karyawan sebuah berusahaan swasta. Setiap awal bulan ia mendapat gaji dari perusahaan tersebut (take home pay) sebesar Rp. 6.000.000,-. Karena besar gaji Bapak Ahmad sudah memenuhi nishab, maka Bapak Ahmad wajib mengeluarkan zakat dengan perhitungan Rp. 6.000.000 x 2,5% = Rp. 150.000,-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *